Rindu sang ratu
![]() |
| Puisi rindu sang ratu |
Di ufuk paling jauh
Rintik bertransformasi
menjadi setetes
Semesta menopengkan wajah
nestapa
Menuangkan hujan dalam terbit
mentari
Pada singgasana sang ratu
Beliau memerintahkan panglima
untuk mencari sesosok lelaki
Yang menerbitkan rindu dan kerap
bersua dalam lelap lelahnya
Sesosok petani muda dengan
cita-cita sederhana
Panglima dengan literasi yang
ada
Menapakkan kaki di
sudut-sudut desa
Di tepian ladang nan jauh
memandang
Mengitari orbit literasi dari
segala lorong kosong
Tak kunjung ditemukan
Sang ratu jatuh tersimpuh
Wajahnya sayu, dengan
senandung mendayu-dayu,
Pada mahligainya ia mengucap
terpasung dalam rindu paling senda dan sendu
Masamba, 2022

0 komentar: